BRMP Bali dan Pemkab Buleleng Perkuat Sinergi Dorong PM-AAS
Singaraja, 31 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten Buleleng memperkuat sinergi dengan Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan swasembada pangan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Kepala BRMP Bali, Dr. drh. I Made Rai Yasa, MP, dengan Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG, di Kantor Bupati Buleleng, Senin (31/8).
Salah satu fokus utama adalah penerapan Pertanian Modern–Advance Agriculture System (PM-AAS) untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Rai Yasa menyampaikan, Bali masih menghadapi tantangan produksi beras. Pada 2025, produksi beras diproyeksikan sekitar 331.531 ton, sementara kebutuhan mencapai 389.398 ton atau mengalami defisit sekitar 57.867 ton.
“Kita perlu mendorong perubahan cara bertani melalui PM-AAS. Targetnya bukan hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga meningkatkan indeks pertanaman dan efisiensi usaha tani,” ujar Rai Yasa.
Pengalaman demfarm di Jembrana menunjukkan hasil menjanjikan. Produktivitas mencapai 10,5 ton per hektare untuk Cakrabuana dan 12,5 ton per hektare untuk Hibrida Mapan 05. Keberhasilan tersebut menjadi pijakan untuk memperluas penerapan PM-AAS di Buleleng.
Rencananya, PM-AAS akan dikembangkan melalui demplot di delapan BPP dengan total luasan delapan hektare. Demplot diharapkan menjadi wahana pembelajaran bagi petani sekaligus membuktikan manfaat teknologi dari sisi produktivitas, efisiensi biaya, dan keuntungan usaha tani.
Selain peningkatan produksi padi, audiensi juga membahas penguatan hilirisasi pertanian. Bupati Buleleng menyoroti masih adanya gabah produksi daerah yang keluar wilayah Buleleng. Karena itu, penguatan fasilitas pascapanen seperti Rice Milling Unit (RMU) modern dan vertical dryer dinilai penting agar hasil pertanian dapat memberikan nilai tambah di daerah.
Pengembangan komoditas unggulan seperti kopi, kakao, kelapa, dan bawang putih turut menjadi perhatian. BRMP Bali juga mendorong percepatan validasi CPCL, penguatan peran BPP, penyuluh dan petani champion, serta pelaksanaan Training of Trainers (TOT) guna mempercepat adopsi teknologi.
Bupati Buleleng menyambut baik sinergi tersebut dan menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.